Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wr wb
Assalamualaikum wr wb
Asy-Syafi'i adalah imam pendiri madzhab Syafi'iyah. Asy-Syafi'i lahir di kampung Ghuzzah, wilayah Palestina pada Jum'at akhir blan Rajab tahun 150 Hijriyah. Nama lengkap Asy-Syafi'i adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi'i bin Sa'id bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdul Manaf. Ibunya bernama Fatimah binti Abdullah bin Hasan bin Husain bin Ali bin Abu Thalib. Dengan demikian, Asy-syafi'i masih satu keturunan dengan kakeknya nabi Muhammad SAW yakni Abdul Muthalib.
Berbeda dengan imam Abu Hanafi, Asy-syafi'i lahir di tengah-tengah keluarga yang miskin. Ayahnya meninggal dunia ketika dirinya masih dalam umur yang muda. Setelah ayahandanya meninggal, ibunya membawa dirinya ke Mekkah. Asy-Syafi'i hidup di Mekah dengan keadaan sangat sederhana tanpa ada masalah. Nasadnya yang mulia membuat Asy-Syafi'i terpelihara dari perangai buruk, berjiwa besar, dan tidak menyukai kehinaan diri. Di Mekah, Asy-Syafi'i dimasukan kedalam madrasah. Disana dirinya belajar Al-Qur'an dan berhasil menghafalkannya pada usia sembilan tahun. Setelah usia sembilan tahun Asy-Syafi'i melanjutkan belajarnya ke majelis ulama besar di masjidil haram. Dirinya dibimbing oleh dua ulama besar yakni Sufyan bin Uyainah & Muslim bin Khalid Az-Zanji.
Ketika gurunya Muslim bin Khalid memperhatikan kemajuan yang pesat pada Asy-Syafi'i dan menganggapnya telah cukup menguasai persoalan-persoalan agama, beliau diizinkan untuk memberikan fatwa kepada masyarakat. Menginjak usia 15 tahun, Asy-Syafi'i berniat pergi ke Madinah setelah dirinya mengetahui bahwa di sana ada seorang ulama besar bernama Imam Malik bin Anas. Tetapi sebelumnya, Asy-Syafi'i menghapal terlebih dahulu kitab Al-Muwaththa. Tidak lama , dirinya pun bergegas untuk berangkat. Di Madinah, dirinya diterima baik oleh gurunya, dirinya dijadikan badal (wakil/Asisten) Imam Malik bin Anas.
Asy-Syafi'i mulai mengembangkan madzhabnya di Baghdad, Iraq. Lalu kembali ke Mekah dan mengembangkan madzhabnya lagi di Mekah. Tahun 199 H, dirinya kembali lagi ke Baghdad, lalu pergi ke Mesir. Pada waktu itu, kesuburan ilmu Imam Asy-Syafi'i telah sampai puncaknya. Dan disini juga, di kota Mesir, dirinya wafat, tepatnya pada hari Jum'at tanggal 30 Rajab 204 Hijriyah. Hingga sekarang ilmu yang dibawanya masih berkembang, dan madzhabnya yaitu madzhab Syafi'iyah menjadi yang paling banyak diikuti kedua oleh umat manusia setelah madzhab Hanbali. Madzhab Syafi'i juga menjadi madzhab yang diikuti oleh umat manusia di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar