Nahwu dan Sharaf: (Dasar) Mengenal tanda-tanda kalimat ismi

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Kalimat ismi, dapat diketahui dengan dua cara, yaitu:
1.Di tanwin akhirnya (baik fathatain, kasratain, dhomahtaim) bila bukan diawali huruf Alif lam. 
   Contoh: (رَأسٌ, جَبْحَةٌ, مُسْلِمٍ’ مُسْلِمَةٌ)
2.Tidak ditanwin akhirnya apabila diawali huruf Alif Lam.
   Contoh: (اَلْرَأسُ, المُسْلِمِ, المُسْلِمَةُ)
Penjelasan:
(Apabila Ismi (Ismi adalah istilah dalam ilmu Nahwu yang artinya kalimat) sudah diawali dengan huruf alif dan lam, maka tidak boleh di tanwin akhirnya, dan apabila sudah ditanwin akhirnya, tidak boleh ditulis Alif dan lam diawalnya. Sehingga tidak boleh ada kalimat "Al muslimin" tetapi dibaca "Al muslim" dan jika tidak ingin dipakaikan alif lam maka dibacanya boleh dua cara, bisa dibaca "Muslimim" atau bisa juga dibaca "Muslim". Begitu juga dengan kalimat lainnya. Namun ada juga beberapa ismi yang tidak boleh ditanwin namanya adalah ismu goyri munsharif.

Komentar