Assalamu'alaikum Wr. Wb
Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW. Bahwa setelah Abu Lahab meninggal dunia, ia bermimpi. Dan dalam mimpinya beliau bertanya kepada pamannya, "Ya paman, bagaimana keadaan paman di alam Ukhrawi?" Abu Lahab menjawab, "meskipun aku paman seorang nabi yang mulia dan agung, aku tidak beriman kepadanya. Betapa menyesalnya aku! Ali-alih beriman kepadanya demi memperoleh kehormatan di dunia dan akhirat. Aku tetap dalam keadaan kafir. Tetapi, karena perbuatanku di malam hari kelahirannya, kondisi agak berbeda dari kondisi penghuni neraka-neraka yang lainnya." Kemudian Abu Lahab melanjutkan perkataannya, "Suatu waktu, di malam hari Senin siksa terhadap diriku diringankan sampai malam hari Selasa. Sepanjang hari Senin, aku menekankan jempol dan jari tengahku pada mulut dan menghisapnya. Cairan dingin keluar diantara keduanya. Aku medinginkan diriku dengan minum cairan tersebut. Sesuatu yang tidak diberikan untuk penghuni neraka yang lain. Andai kata engkau mengajukan pertanyaan, mengapa aku memperoleh rahmat, penjelasannya adalah Muhammad SAW. lahir pada hari Senin. Ketika budak wanitaku, Tsuwaibah mengabarkan berita baik kepadaku. Aku bahagia mendengar kelahiran Muhammad dan aku memerdekakan wanita tersebut dari perbudakan. Itulah mengapa siksa terhadapku diringankan di malam hari Senin dalam setiap Minggu. Aku juga memerintahkan Tsuwaibah agar pergi menyusukan bayi, dan kini aku memperoleh kebahagiaan.
Komentar
Posting Komentar