Assalamu'alaikum Wr. Wb
Gerhana adalah peristiwa dimana salah satu benda langit berada dalam posisi lurus dan sejajar. Gerhana di bumi kita, terjadi antara Matahari, Bulan, Bumi. Jika posisi sejajar antara Matahari, bulan, dan bumi, maka terjadilah gerhana yang dinamakan gerhana Matahari. Apabila posisi sejajar antara Matahari, Bumi, dan Bulan, maka terjadilah gerhana bulan. Pernah suatu ketika di zaman Rasulullah SAW, terjadi gerhana bulan. Dengan waktu yang bersamaan, putra Rasul SAW yang bernama Ibrahim meninggal dunia, maka masyarakat yang lainnya mengatakan bahwa gerhana adalah pertanda akan datangnya kematian seseorang. Berita tersebut terdengar oleh Rasul SAW, hingga rasulullah SAW bersabda, "sesungguhnya, gerhana itu, bukanlah suatu tanda apapun, melainkan bukti kebesaran & kekuasaan Allah ". Adapun ketika gerhana datang, Rasul SAW menganjurkan agar kita solat sunnah yang dinamakan solat sunnah Kusuf atau solah gerhana. Solat ini bukan artinya menyembah kepada bulan atau Matahari, melainkan solat seperti biasa yaitu kepada Allah SWT yang artinya memohon agar dari peristiwa alam tersebut, tidak terjadi suatu musibah dan meyakini bahwa Allah SWT itu maha kuasa.
| Gerhana bulan di Indonesia pada bulan Juli lalu |
Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut.
1. Niat solat kusuf (Usolli sunnatal khusufi rak'ataini mustaqbilal kiblati adaan (makmumal/imamal
lillahi ta'ala. Saya niat solat sunat khusuf (gerhana) dua raka'at menghadap qiblat menjadi
(makmum/imam karena Allah yang maha luhur)
2. Takbir
3. Membaca do'a Iftitah
4. Membaca Al-Fatihah yang membacanya dengan sangat-sangat tenang
5. Membaca surat Al-quran yang panjang (menurut sebagian ulama, alsannya ini sebagai dzikir)
6. Ruku' dengan penuh tuma'ninah
7. Bangkit sembari mengucapkan "sami'allahuliman hamidah"
8. Kembali membaca surat Al-Fatihah
9. Kembali pula membaca surat Al-quran yang lebih singkat dari sebelumnya
10. Ruku' kembali dengan waktu yang lebih singkat dari sebelumnya
11. Bangkit seraya mengucapkan "Sami'allahuliman hamidah, robbana wa lakal hamdu"
12. Lalu takbir dan lalu 2 Sujud seperti biasanya dengan tawaruk diantaranya
13. Gerakan dan kegiatan yang diulangi seperti diatas.
14. Salam
15. Berdzikir dan memuji Allah SWT sampai gerhana selesai.
Adapun dijelaskan dalam hadist A'isyah yakni;
"A'isyah R.A berkata: Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah SAW, maka langsung nabi SAW sembahyang bersama sahabat, dan lama sekali berdirinya, juga lama ruku' nya, kemudian i'tidal dan lama i'tidalnya, kemudian ruku' kembali dan lama ruku'nya kurang dari yang sebelumnya, kemudian bangun dan sujud yang juga lama waktunya, kemudian yang raka'at kedua juga berbuat demikian, kemdian selesai sembahyang sedangkan matahari telah sembuh kembali (sudah terang) lalu beliau berdiri dan berkhutbah; Sesungguhnya matahari dan bulan ini keduanya sebagai bukti kebesaran Allah SWT, tida gerhana karena mati atau hidupnya seseorang, maka bila kalian melihat gerhana segeralah berdo'a dan takbir mengagungkan Allah SWT, sembahyang, dan sedekah."
Dalam keterangan, disebutkan bahwa ada perbedaan membaca Al-fatihah yakni di sir(dipelankan)-kan pada waktu gerhana Matahari dan di jahar(dinyaringkan)-kan pada waktu gerhana Bulan. Hukum salat khusuf menurut keterangan hadist 'Aisyah adalah Sunnah Muakad. Sedangkan Adzan dan Iqamah dalam salat ini tidak dianjurkan, adapun dalam shalat Khusuf ini, dianjurkan untuk menyeru dengan seruan "Assolatu jami'ah rahimakumullah" seperti pada shalat tarawih.
Komentar
Posting Komentar