Alam Semesta Berbentuk Terompet

Assalamualaikum wr. wb

Alam semesta ini sangat luas untuk ditela'ah dan dpelajari seluruhnya, alam semesta adaah tempat bagi makhluk Allah. Tapi tahukah kalian bagaimana bentuk alam semesta? Mari kita gali.
Berkas:Universe expansion2.png
Big Bang
Coba buka firman Allah dalam Qur'an surat 20. "Dan kami tiup di dalam terompet, itulah hari yang dijanjikan"  Kita tela'ah kalimat "kami tiup". Dalam kitab-kitab tafsir tiupan tersebut adalah tiupan terompet yang di diartikan dengan tiupan sangkakala malaikat Israfil di hari kiamat kelak. Disebutkan bahwa tiupan terompet tersebut sebanyak 3 kali. Yang pertama untuk menggemparkan makhluk alam semesta, yang kedua untuk menghancurkan alam semesta, dan yang ketiga untuk membangunkan makhluk alam semesta dan mengumpulkan semuanya di padang mahsyar. Yang selanjutnya adalah kalimat "di dalam terompet" mengapa harus didalam?
Kita cari jawabannya dengan sedikit percikan ilmiah. Frank Steiner seorang ilmuwan asal Inggris mengamati titik pola panas-dingin riadiasi microwave kosmik, yang bisa menggambarkan bentuk alam semesta 380.000 tahun lalu setelah peristiwa Big bang. Hasilnya ialah pola tersebut cenderung memudar, yakni tidak ada titik panas-dingin yang tampak melebihi jarak rentang 60 derajat. Ini menyimpulkan bahwa setelah big bang terjadi, alam semesta ini mengembang dan terulur. Semakin lama semakin mengembang. Coba amati langkah pembuatan gulali, semakin lama semakin mendingin dan semakin melebar dan membentuk corong. 
Bentuk Visualisasi Alam Semesta




Jadi alam semesta ini bukan tidak terbatas tetapi terbatasi oleh ujung terompet, entah dari apa ujung terompet tersebut terbentuk. Tetai yang dimaksud alam semesta ini tidak terbatas karena adanya teleportasi. Ketika seseorang menjelajah ke ujung terompet, maka akan kembali lagi ke  ke seberang dan begitu pun sebaliknya. 



Komentar